Saturday, February 25, 2006

! Ekshibisionis; Aktualisasi Seorang Gay
Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening berkerut bahkan meludahi atau bahkan memakiku, keduanya membuat aku mendapatkan kepuasan yang optimal. Biasanya aksi ekshibisinos itu aku akhiri dengan ngloco abis abisan sampai muncrat tuntas baik didepan yang menonton atau nantinya dalam perjalanan pulang maupun setelah pulang ke kamar kost. Nggak usah munaf deh! 99% bila anda seorang homo sejati pasti pernah melakukan hal tersebut dan sangat menikmatinya juga bukan?, bila jujur kata elo belon pernah melakukannya, lakukanlah segera pasti anda mendapatkan pengalaman yang..... ruaarr biasa. Malam itu aku berjalan disekitar keramaian para pekerja jalan tol yang nggak rampung rampung di bilangan Bintaro Jakarta. Memakai kaos ketat ngepas ke badan robek di bagian dada membuat pentil susuku yang merah jambu mengintip nakal dari balik robekan tersebut dan memakai celana torn jeans tanpa celana dalam, robek dibagian buah pantat dan dikedua lutut dan pinggir luar paha atas menampilkan kemulusan tungkaiku yang putih bersih. Berjalan diantara kelompok pekerja kasar dewasa muda yang dalam waktu lama terpaksa menahan mengentot melepaskan beban timbunan pejuh didalam kontol dan biji peler mereka merupakan pengalaman yang sangat menggetarkan karena secara spontan mereka akan memperhatikan isyarat seksual yang terpancar dariku dan terdengarlah komentar nakal dan jorok berhamburan dari mulut mereka. Aku cuek aja, bahkan sengaja berhenti dan nongkrong disekitar mereka, sambil merokok bertumpu pada timbunan riol beton yang belum terpasang, pantatku sengaja aku ekspose kebelakang, santai memandang mereka yang lalu lalang dan bekerja dilokasi tersebut. Memandang para pekerja kasar dengan otot menggelembung berkeringat basah membuat pakaian mereka lengket ketubuh mencetak setiap lekuk dan tonjolan otot merupakan sumber inspirasi erotik tersendiri pula bagiku. Kontolku segera saja mulai berdenyut denyut ngaceng dan lobang pantatku ngempot ngempot kaya ayam mau bertelur... akh. Puting susuku aku usap aku pilin sambil menatap kepada kelompok pekerja tersebut membuat kontolku semakin ngaceng membentuk tonjolan dicelana jeansku yang ngepas itu dan kepala kontolku mengintip dari robekan celana tersebut. Kini tonjolan batang kontol dicelana jeans aku belai aku genggam dengan gemas membuat buliran pre cum keluar dilobang kencing membentuk wet spot, noda basah, dicelana jeans "Lagi ngloco ya" seorang pekerja mendekatiku "Hnnggh..." "Pantat loe mulus banget" dia menghampiriku "Hnnggh..." "Ngloco bareng yok" bisiknya dikupingku sambil tangannya yang kasar meraba mengelus daging buah pantatku yang tampak dari robekan celana jeansku "Hnnggh... dimana?" tanyaku berbisik juga sambil masih mengelus elus batang kontolku sementara noda pre cum semakin melebar dicelana "Noh, didalam bedeng" jawabnya singkat sementara tangannya masuk kedalam baju kaosku merayap kearah buah dada memilin milin pentil susuku, tangan yang satu lagi masih didaging buah pantatku menyelusupkan jarinya yang gede berbuku kapalan kearah lobang pantatku... arrggh "Hnnggh, ayo dah... gue udah gak tahan neh" Didalam bedeng mulutnya segera mencipok mulutku, menjilat leher dan belakang kupingku membuat jejas jejas cupang dikulit leherku, membuat aku menggelinjang menggeliat geli dan dia mengisap menggigit dan menjilat pentilku yang keluar dari robekan baju kaos ketatku, serasa aku melambung melayang mengawan diangkasa karena diperlakukan demikian oleh pekerja yang satu ini. Tanganku menggenggam meremas dan meloco kontolnya yang ngaceng tegak keluar dari celana bututnya, semakin kuat semakin kencang kocokanku dikontolnya semakin mengembang berdenyut mekar pula kontolnya demikian pula kontolku. Kedua kontol kami beradu bergesekan dan diloco dalam genggamannya sambil terdengar erangan desahan dan lenguhan erotik keluar dari pangkal lehernya dengan jakunnya yang gede naik turun. Aku baru sadar tenyata ada dua orang pekerja yang sedang beristirahat tiduran didalam bedeng, mereka menonton permainan ngloco bareng aku dengan teman pekerja tersebut... mereka memandang tak berkedip pada tubuh kami yang saling berpelukan bergesekan dan saling menggeliat penuh gelora nafsu birahi. Perfect, saling masturbasi ditonton oleh lelaki lain, itulah yang diidamkan seorang ekshibisionist sejati. "Hhooh... sshh... akhh... hhooh gua mo mancrut" "Hnngghh... sshh... oh, yes, gua juga" kataku "Ssshh... isepin kontol gua, mo mancrut di mulut loe.. arrggh.. sshh.. ohh... homo doyan kontol" Aku jongkok didepannya kontol ngaceng gede item berkilat berkeringat campur pre cum yang banyak, hap, kontolnya ku tangkap dengan mulutku dan... ccrrooth...ccrrooth... ccrrooth... berulang kali pekerja itu mengejangkan badannya hingga menggigil bergetar sambil menumpahkan pejuhnya yang kental anget legit kedalam mulutku bahkan sampai berceceran di daguku, slurrpp... ceceran pejuhnya aku jilat dengan lidahku, dan slurrpp lagi... sisa pejuh di lobang kencingnya yang terbuka lebar aku jilat lagi setelah lobang kencingnya aku kilik kilik dengan ujung lidahku sementara aku ngloco kontolku sekuat kuatnya sampai arrgghh... arrgghh... akupun muncrat abis abisan membuat celana torn jeansku berlumuran pejuhku sendiri didepan tatapan nanar kedua pekerja yang sedang menonton kami melakukan ngloco bareng, mutual masturbation, di dalam bedeng. (berani coba nggak ?, jalan didepan khalayak dengan celana robek basah berceceran pejuh)

! Ekshibisionis; Berlumuran Pejuh di KRL
By kontolgatal
Story submitted March 18, 2004

Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman tersebut akan menambah perbendaharaan fantasiku ketika aku ngloco sendiri maupun ngloco bareng dan akan menambah dahsyatnya muncratan pejuhku. Sinyal rangsangan seksual tersebut akan sangat cepat ditanggapi bila kita berhadapan dengan kelompok lelaki muda usia, pre adolescent, dimana produksi hormon lelaki jantan melimpah ruah setiap hari sedangkan saluran pelampiasannya terbatas karena norma yang berlaku dimasyarakat maupun keterbatasan dana sehingga akses untuk ngentotin memek menjadi terbatas pula. Pagi buta di KRL menuju Jakarta merupakan titik kumpulan gerombolan lelaki muda usia yang menjadi penglaju, commuter, pencari sesuap nasi di belantara ibukota maupun dengan alasan lain seperti sekolah, pekerja kasar dan lain lainnya. Aku ikut dalam arus penglaju tersebut, hari itu aku memakai slack kaos ketat low hang sehingga celah pantatku mengintip keluar, tanpa CD tentunya, baju putih kancing atas terbuka tiga buah karena anak kancingnya hilang entah kemana tipis transparant sehingga pentilku yang merah jambu tercetak samar dibalik baju dan sesekali mengintip keluar dari pinggir baju yang terbuka. Bertatapan mata dengan sekelompok anak muda yang memperhatikan penampilanku yang agak seronok, aku tersenyum sambil mengelus kontolku yang tercetak tegas di celana slack ketat yang aku pakai, mereka tidak menunjukkan tanda penolakan terhadap isyaratku... aku lanjutkan dengan beberapa kali mengusap pentil merah jambu yang tampak samar dibalik baju putih transparan yang aku pakai, mereka masih saja mencuri pandang terhadap aksiku dan masih juga tidak menunjukkan tanda penolakan. Berdesakan dipinggir peron menunggu tibanya KRL, disekitarku beberapa anak sekolah teknik yang terkenal badung, sambil merokok bercanda sesamanya terkadang saling dorong atau saling tarik seakan tidak ada persoalan dengan sekitar, memakai seragam sekolah dengan back pack, baju putih dan celana abu abu ketat kepaha mereka yang relatif kekar. Aku merapat kekelompok anak muda tersebut, sedemikan berdesakan di peron sehingga terkadang kontolku dengan mudah aku gesek gesekkan ke daging buah pantat yang masih kencang dan terkadang daging buah pantatku pula yang tergesek gesek kontol anak muda tersebut, aku ngaceng didalam celana slack kaos sehingga tonjolan kontolku membentuk tenda dan kontol anak muda tersebut juga terasa mengeras didalam celana seragamnya yang ketat, maklumlah hari masih sangat pagi matahari belum keluar dan biasanya kontol lelaki muda belia sedang keras kerasnya ngaceng berat pada saat itu. "Ngentot ah, Gue ngaceng berat neh" kata anak muda dibelakangku kepada teman disebelahnya "Gue juga, tadi nggak sempat ngloco" jawab temannya "Hmm..." aku tersenyum mesum KRL tiba diperon segera diserbu calon penumpang yang sudak nggak sabaran menunggu dari tadi, sradak sruduk sradak sruduk akhirnya KRL dalam sekejap penuh bahkan sampai keatas atap gerbong. Penuh sesak dengan berbagai rupa manusia dan berbagai rupa keperluan untuk segera ke Jakarta, panas berkeringat berdesakan dan aku tak dapat tempat duduk berdiri di gang berdesakan dan masih diantara kumpulan anak muda tadi. Kembali lobang pantatku disodok kontol dan aku respons dengan sedikit geolan pada pantatku, sebuah isyarat seksual, akh... sementara kontol ngacengku semakin ngaceng menyodok sela paha anak muda didepanku, dia diam saja. Sementara dua orang teman mereka duduk dipegangan tangan pada kursi gerbong mengapit kami yang berdiri dan mata tak berkedip mulut sedikit ternganga tonjolan kontol mereka juga segera membesar memandang aktifitas erotik kami persis didepan mata mereka, penumpang lain dalam gerbong tersebut larut dalam kesibukannya masing masing, ada yang kembali berusaha memejamkan mata sejenak sebelum tiba di Jakarta, ada yang membaca koran pagi yang udah lecek akibat desak desakan tadi, ada juga yang memandang hampa keluar jendela gerbong atau ada juga yang heboh sendiri menata kembali barang bawaan maupun barang dagangannya karena habis brantakan. KRL mulai bergerak lambat menuju Jakarta, udara di dalam gerbong mulai terasa mengalir walaupun masih panas oleh hawa manusia yang berjubel. Kembali terasa pepetan anak muda dibelakangku, kontolnya terasa semakin mengeras didalam celana seragamnya, aku goyangkan sedikit pantatku yang disodok olehnya, geol dan tangannya mulai meraba daging buah pantatku dan tangan anak muda yang sela pahanya aku jejelin kontolku mengelus kepala kontolku yang merekah sambil mengelus kontolnya sendiri. Laju KRL semakin kencang bergoyang kekanan kekiri berirama, suara celoteh penumpang masih saja ramai didalam gerbong sementara hunjaman tonjolan kontol anak muda di lobang pantatku semakin liar juga dan desahan nafasnya terasa dekat sekali mendengus dengus di belakang kupingku. "Hhh... sshhh... hhh... sshhh" "Mmm..." aku menggumam menikmati sentuhannya "Pantat loe kenyal bangeth... hhh... sshhh" "Mmm..." aku masih menggumam "Locoin kontol gue ye ampe mancrut.. sshhh" "Mmm..." gumamku Tanganku kebelakang merayap kearah tonjolan kontolnya dan membuka ritsleting celana seragam dan ploph! kontol anak muda sedang naik birahi melompat tegak ngaceng keluar dari sarangnya, aku elus mesra kepala kontolnya yang merekah membesar kaya helm Nazi, aku genggam gemes batang kontol yang berdenyut denyut, menjalar kearah jembutnya yang tipis baru tumbuh dan ke biji pelernya yang gede yang masih tersimpan didalam celananya. Dia semakin mendekatkan tubuhnya sehingga tonjolan kenyal otot dadanya bersentuhan dengan punggungku, masih mengikuti irama goyangan gerbong KRL kekanan kekiri kontolnya aku masukkan kecelah daging buah pantatku dan keluar masuk penuh nafsu kontol ngaceng keras milik lelaki muda belia menonjok nonjok celah pantatku sampai crroooth... crroooth... crroooth... arrgghhh... dia menumpahkan pejuhnya yang banyak kental anget membasahi bagian celah pantat celana slackku. Sementara anak muda yang sela pahanya menjepit lepas kontolku sambil mengusap usap kedua kontol, kontolku dan kontolnya kini berbalik arah menghadapku dengan kontolnya sudah tegang memerah berkilat keluar dari celana seragamnya dan tangannya meloco kontol yang membara itu, tanganku mengusap memilin pentilnya yang melenting menonjol tercetak dibaju seragamnya yang basah berkeringat crroooth... crroooth... crroooth... shhh... ohh kembali pejuh kental anget membasahi bagian depan celana slackku, kedua temannya yang duduk di pegangan tangan kursi KRL juga terangsang berat dari tadi melihat permainan kami bertiga didalam gerbong KRL tersebut, terbukti tampak noda pre cum diujung tonjolan kontol di celana abu abu mereka, keduanya juga segera mengeluarkan kontol mereka sambil mengerang perlahan kedua kontol itu memuncratkan pejuhnya juga kearah sisi kiri dan sisi kanan celana slackku hingga depan belakang kiri kanan celanaku berlumuran pejuh anak muda siswa sekolah teknik dipagi hari didalam gerbong KRL. Kereta mulai perlahan memasuki stasiun, mereka turun sambil tertawa tawa melihat diriku yang berlumuran pejuh masih ngaceng berat belum sempat muncrat, tapi aku tak perduli karena aku telah merasa berbahagia penuh kenikmatan dapat memuaskan lelaki muda pada hari itu dan yang lebih penting lagi sensasi tonjokan gesekan dan lelehan pejuh kontol mereka dan desahan erotik yang terbangkit oleh karenanya terekam dengan baik didalam memori perbendaharaan fantasiku. Di bawah tatapan aneh mata kondektur KRL aku turun di pemberhentian stasiun berikut dengan kontol masih ngaceng dan celana berlumuran pejuh... arrggh, ngloco dulu ah!

! Ekshibisionis; Fuck Me If You Can
By kontolgatal
Story submitted March 20, 2004

Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana saja, di jalanan, di taman, di sekolahan, di tempat publik lainnya maupun di tempat pribadi seperti di rumah, tempat kost atau di dalam goa hantu sekalipun. Permaianan seks akan menjadi lebih menggebu gebu, menggelora karena sensasi yang anda peroleh tentunya akan sangat amat berbeda dibanding bila permaianan entot mengentot itu dilakukan dengan pasangan hidup yang telah lama anda kenal. Setia ?, shit! itulah kata yang cocok untuk seorang homo ekshibisionis sejati karena kata setia pada pasangan kelihatannya sudah di hapus, recycle bin and delete, dari perbendaharaan kata. Dengan memakai celana ketat ngepas kebadan tanpa celana dalam dihiasi dengan robekan pada bagian pantat dan bagian lutut dan paha depan dan baju tipis membayang ketat kebadan sehingga pentilku yang merah jambu tercetak tegas dibaju yang aku pakai, aku berjalan santai disekitar sebuah taman di ibukota. Beberapa orang yang lalu lalang memperhatikan penampilanku dan dengan kerut di alis mata yang terangkat, ada yang asem ada juga yang cekikikan, cuek aja aku jalan dengan tenang menikmati suasana sore hari di udara terbuka setelah semingguan terkurung di kantor oleh karena pekerjaan yang menumpuk dan semua minta urgent untuk diselesaikan. Sebuah truk terbuka berisikan beberapa pekerja penggalian kabel yang telah menyelesaikan pekerjaan hari itu dan bersiap siap untuk diangkut pulang aku lewati dan seorang pekerja masih muda, sekitar 20 an tahun dengan usil bersuit menggodaku. OK, aku tidak tinggal diam, kembali aku balas keusilan pekerja itu dengan menunggingkan pantatku dan membuka menutup daging buah pantatku dengan kedua tangan sambil menyuarakan "Embeeek... mbeeek" menirukan suara kambing. Baru rasa lo dianggap kambing kambing dalam truk yang siap untuk dikandangkan dari padang penggembalaan. Bersama temannya yang lain pekerja itu kembali menyuitin tingkahku tadi sambil mengeluarkan komentar jorok tentang penampilan ekshibisionisku, nggak urus la yaw, aku masih menunggingkan lagi pantatku yang sedikit terbuka terpapar karena robekan celana tersebut sambil mengeluarkan suara kambing tadi. "!" kontol ngaceng ekshibisonist, fuck me if you can. Tanpa aku sadari ternyata beberapa pekerja turun dari truk dan mendekati lokasi tempat aku beraksi dan tiba tiba aku dicekal oleh tiga orang pekerja dan memaksaku naik keatas truk mereka. "Babi loe, apa loe anggap kami kambing?" "Lho, siapa yang bilang loe pade kambing?" "Anjing, setan, ngapain loe tadi mengejek kami?" "Siapa yang mengejek, emang loe pade ngerasa?" "Jangan banyak tingkah, gua jejelin kontol baru nyaho loe" kata salah seorang pekerja dengan muka merah padam "Jejelin aja, emang gue takut apa" dengan tenang aku jawab tantangannya untuk menjejelin kontolnya yang sepintas aku lirik memang yahud juga tuh tercetak dicelana kerjanya yang basah kuyup berlumpur. "!" kontol ngaceng ekshibisionist, fuck me if you can. Mereka semakin marah dan kini mengikat tubuhku di atas dingklik balok kayu panjang yang ada didalam bak truk dengan mengikat kedua kaki dan tanganku kebelakang lutut dan nungging dengan perutku diatas dingklik kayu panjang tersebut. Truk mulai berjalan melintasi jalanan Jakarta yang macet di sore hari menjelang malam dan aku terikat nungging didalam bak truk dikelilingi pekerja penggalian yang penuh lumpur disekujur tubuh, marah oleh tingkahku dan kini robekan celana dibagian pantatku diperbesar, shrieek... "Dia nantang tuh, ayo Jo, jejelin kontolmu ke lobang pantatnya" "Mmm... apa loe berani" fuck me if you can "Heh, masih dia nantang juga, ayo entotin rame rame" "Mmm..." Sebuah kontol keluar dari celana berlumpur setengah ngaceng mendarat dibibirku dan memaksa untuk masuk kedalam mulutku dan dengan senang hati aku kilik kilik ujung kontol dilobang kencingnya dan kemudian aku selomotin aja sampai kontol itu tegak ngaceng mengembang sempurna, ploph!... kontol basah oleh air liurku keluar dari mulutku dan dia bergerak kearah lobang pantatku dan bless.. kepala kontolnya menyeruak masuk membuka cincin lobang pantatku sementara kontol lain kembali masuk kedalam mulutku untuk disepong. Pekerja lainnya menonton permainanku dengan kedua kontol ngaceng item gede berkilat keluar masuk mulut dan lobang pantatku diatas truk yang melaju perlahan menyusuri jalanan Jakarta. "Ho.. oh.. ho.. oh.. enak bangeth lobang pantatnya gue gak tahan neh, mo man... akh mancrut arrggh! kuli yang mengentotin lobang pantatku mengerang sambil bergetar dan mengejangkan badannya menancapkan sedalam mungkin kontolnya yang berdenyut denyut kedalam lobang pantatku dan memuncratkan pejuhnya "Gantian ah, gua pengen rasain memeknya" kata kuli yang kontolnya memenuhi mulutku dan beranjak kelobang pantatku untuk menuntaskan nafsu jalangnya. Sebuah kontol lagi segera menggantikan kontol yang lepas dari mulutku tadi untuk aku jilat, aku emut dan aku isap dalam sampai ke pangkal batang kontolnya, sementara kontol yang mengembat lobang pantatku menghunjam dalam keluar masuk sampai biji pelernya beradu dengan biji pelerku, akh nikmat. Keringat bercampur lumpur berceceran dari tubuh pekerja penggalian yang mengentotinku sehingga pakaian dan tubuhku kini bercipratan keringat dan lumpur juga. Pekeja yang belum kebagian mengentot mulut atau lobang pantatku pada ngloco sendiri atau saling ngloco dengan temannya disekelilingku bahkan ada yang memilin milin pentilku yang merah jambu bahkan ada juga yang mengeluarkan kontol ngacengku dan nglocoin kontolku sampai merah berkilat "Eh, dia bisa ngaceng juga neh" kata pekerja yang nglocoinku "Iya, pentilnya juga mengeras, keenakan ngkali" "Hmmmph... hmmph...." aku tak dapat berkomentar karena mulutku penuh berisi kontol gede ngaceng Kuli yang sedang mengentotin lobang pantatku terangsang dengan hebat, dia memeluk tubuhku erat dari belakang mepet abis sementara kedua tangannya memeras meras susuku sampai bagian dada bajuku robek dan menjilat dan menggigiti kuduk dan leherku sampai berjejas cupang, akh... kontolnya gede sekali, mengaduk aduk isi lobang pantatku menyentuh menggesek gesek prostatku dan crrooth... crrootth... arrggh... dia memuntahkan lahar panasnya didalam lobang pantatku sambil menghunjamkan sedalam mungkin batang kontolnya sampai kepangkal dan jembut basahnya yang tebal menggelitik pinggir lobang pantatku. Pekerja yang ngloco disekelilingku satu persatu pula memuncratkan pejuhnya, ada yang mengarahkan muncratannya kemukaku, kerambutku, kepunggungku, mandi pejuh bercampur lumpur dan keringat terikat tangan dan kaki nungging diatas truk diperkosa oleh pekerja penggalian yang melampiaskan amarah dan melampiaskan nafsu binatang jalang kejantanan mereka yang selama ini tak tersalurkan... akh, aku juga muncrat berkali kali menikmati sensasi yang teramat jarang dapat kuperoleh. Truk berhenti di lokasi bedeng penampungan mereka dipinggiran kota Jakarta, aku masih terikat nungging diatas dingklik kayu panjang diatas truk "Buka mulutmu" seorang kuli kontol setengah ngaceng keluar dari celananya yang penuh lumpur dengan kasar mencengkeram pipiku memaksa aku membukakan mulut yang berceceran pejuh "Serr...." dia mengencingi mulutku yang terbuka "Arrggh..." aku mengerang nikmat Kuli yang lain berlomba lomba pula mengencingi sekujur tubuhku bahkan ada yang sampai hati mengencingi lobang pantatku yang masih terbuka, ouch...!!! panas anget dan perih tapi enaaaak. "Kapok gak loe, lonte homo anjing buduk doyang kontol" "Siapa yang kapok? Gua malah pengen lagi..." ujarku dalam hati Mereka berlompatan turun dari bak truk tanpa memperdulikan diriku lagi dan akhirnya ikatan ditangan dan kakiku dibebaskan oleh kernet truk tersebut, dia kaget menemukan diriku berada disana terikat nungging diatas dingklik kayu panjang ketika hendak membersihkan bak truk, setelah sebelumnya dia minta aku menyepong kontolnya yang lumayan gede item berurat sampai ngaceng berat dan mengentoti lobang pantatku terlebih dahulu pula sebagai upah membebaskan aku, kecipak.. croot.. kecipok.. croot.. kecipak.. croot.. kecipok.. croot.. suara kontolnya keluar masuk lobang pantatku yang licin basah berlumuran keringat, kencing dan timbunan pejuh pekerja penggalian tadi. Oh fuck me.. oh shit, fuck me harder.. arrgh fuck me.. Aku menyusuri jalanan ibukota menuju tempat kostku pada malam itu dengan penampilan ancur ancuran, baju robek berlumuran pejuh keringat lumpur dan kencing, celana robek besar dibagian pantat dengan aliran pejuh anget sedikit demi sedikit mengalir membasahi biji pelerku dan mengalir perlahan disepanjang pahaku. "!" kontol ngaceng ekshibisionis, sepanjang jalan aku ngaceng dan berkali kali muncrat didalam celana.

! Fetish; Cenderamata Bernilai Erotik
By kontolgatal
Story submitted March 18, 2004

Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun mempunyai kekuatan tersendiri dalam membangkitkan gairah seks aku secara seketika, mungkin juga karena ingatan akan sejarah benda tersebut ketika aku mengalami kenikmatan seksual yang tiada tara yang membuat memori syaraf di otakku kembali bergetar dan mengirimkan sinyal erotik ke sekujur tubuhku terutama ke kontolku yang jalang ini. "!" Kontol ngaceng seorang homo fetish. Sejak pagi hari aku memakai pakaian yang pernah aku pakai ketika diembat habis habisan oleh kuli cucian mobil tempo hari ( baca MOTN: Kuli Cucian Mobil ). Tentu saja kontolku dan lobang pantatku segera saja berdenyut denyut kembali meradang minta dipuaskan segera akhh... bukan tanpa alasan aku memakai pakaian tersebut hari ini. Ada dua orang pekerja bangunan yang dipanggil oleh induk semang kamar kost untuk memperbaiki segala sesuatu yang perlu diperbaiki dirumah kost tersebut, kamar mandi bocor, dapur mau diperluas, kayu kaso atap dimakan rayap dan entah berapa item lagi yang harus dibenahi oleh mereka. Dua pekerja bangunan, muda dan sehat, rambut tebal gondrong berkilat tergerai kebahu yang bidang padat berisi kenyal, postur tubuh ramping namun berotot, bekerja seakan tidak mengenal lelah mulai pagi hari sekitar jam 08.00 sampai jam 18.00. Bila matahari pagi mulai panas terik, tampaklah bulir keringat menetes membasahi sekujur tubuh mereka sehingga pakaian yang dikenakan basah kuyup lengket ketubuh mencetak setiap tonjolan dan lekuk tubuh jantan mereka dan itulah yang membuat aku hampir gila bagaikan harimau lapar memandang daging mentah segar hilir mudik di depan mata. "!" Kontol ngaceng seorang homo fetish Aku mengambil inisiatif untuk pdkt dengan seolah berdalih membantu pekerjaan mereka, memakai pakaian yang sudah robek disana sini sehingga mereka tidak canggung menghadapiku seolah aku adalah sekelompok dengan mereka, pekerja kasar, aku keluar kamar menuju tempat mereka mengaduk semen "Gua bantu deh, apa yang bisa gua kerjakan" "Ah, gak papa mas, kami udah biasa" jawab mereka "Sini biar gua yang aduk semen" Sekopnya gua ambil dan mulailah gua mengaduk semen sedangkan mereka berdua yang membawa semen kedalam ruang yang hendak diperbaiki. Keringat mulai membasahi sekujur tubuh aku sampai kontol dan biji pelerku ikut basah karena panas matahari pagi membakar namun menyehatkan. Pekerjaan berakhir pada tengah hari untuk istirahat, nah ini dia yang gua tunggu "Ayo istirahat dulu ke kamar gua aja" "Disini aja mas" mereka kelihatan masih sungkan "Udah deh gak usah malu, yok" aku merangkul pinggang salah seorang dari mereka untuk mengajak ke kamarku, dan sentuhan tanganku di tubuh pekerja bangunan yang kenyal ketat berotot licin berkeringat membuat getaran tersendiri bagaikan dijalari arus listrik, serr... Apalagi kedua pekerja bangunan tersebut telah melepas baju karena telah basah kuyup oleh keringat dan mengikat baju mereka di kepala, telanjang dada berotot puting item gede melenting dan celana jeans yang sudah butut robek disana sinipun sudah basah, membuat selera homo binatang jahanamku menggelora arrggh... "!" Kontol ngaceng seorang homo fetish Kedua pekerja bangunan akhirnya hanya duduk di beranda kamarku, ngglosor sambil membuka bekal makanan dan mereka makan dengan lahap, sementara aku didalam kamar kehilangan selera makan oleh karena nafsu entot dientotku belum tersalurkan. Majalah homo aku buka, komputer aku hidupkan membuka hasil download permainan bi seks, dan tak berapa lama salah seorang masuk kekamarku pamit mau cuci tangan dan... matanya terpaku pada layar monitor komputer, aku seolah tak memperdulikannya dan segera membukakan kamar mandi "Sini cuci tangannya" "Hehh... i.. iya" katanya canggung "Lo kenapa?..." pura pura aku bertanya "Gak, itu gambar komputernya bagus" jawabnya seraya beranjak ke kamar mandi dengan tonjolan kontol semakin gede di celana jeans bututnya, dan asal anda ketahui saja bahwa dikamar mandiku ada beberapa foto pose cowok ngentot pasti akan membuat tonjolan kontolnya semakin gede tak terkendalikan lagi, boleh jadi dapat merobek jeans bututnya saking keras dan tegangnya. Ketika itu pula aku melihat pekerja bangunan yang satu lagi telah masuk kekamarku dan membolak balik majalah homo yang sengaja aku geletakkan tadi sambil sebelah tangannya sibuk memperbaiki posisi kontolnya yang udah ngaceng didalam celana jeansnya, sementara pekerja yang didalam kamar mandi setelah mencuci tangan kini mengeluarkan kontolnya untuk kencing sambil memandang foto seronok didalam kamar mandiku dan mengelus elus kontolnya yang semakin mengembang tegang berkilat ngaceng juga seperti kontol temannya. "Kontol loe gede juga ya" kataku sambil membelai batang kontolnya yang berhiaskan urat darah mekar mengelilingi kontolnya "Hnngghh... gue pengen ngloco neh" "Ngloco aja gak usah malu kan sama sama laki" "Hnngghh... locoin gua dong" pintanya Tanpa menunggu permintaan yang kedua kali segera saja kontol gede tersebut aku sergap dengan gemas kuelus kubelai dan kugenggam, mulai aku nglocoin kontolnya sambil ngloco kontolku sendiri yang sudah tegak dengan perkasa keluar dari robekan celanaku. Kontolnya dan kontolku berlaga pedang sekaligus keduanya kuloco sementara tangan pekerja bangunan itu mulai meraba raba sekujur tubuhku sambil mendenguskan nafas hhnngghh... hhnngghh... dan sebuah kontol gede kini tiba tiba menempel dikulit pantatku yang terbuka oleh karena robekan celana dibagian belakang yang berasal dari pekerja temannya. Segera kontolnya kujepit lepas kujepit lepas disela paha sambil tetap ngloco kedua kontol yang saling gesek saling beradu di dalam genggaman tanganku "Loe doyan kontol ye" bisik pekerja bangunan yang memelukku dari belakang di telingaku "Hmm..." "Gue boolin ye" bisiknya lagi sambil menjilati kudukku, ihh... merinding "Hmm..." Tiga lelaki berpelukan dikamar mandi yang sempit basah berkeringat licin mendesah mengerang menggeliat dan akhirnya aku yang menggelepar gelepar kaya ikan naik kedarat ketika kontol pekerja bangunan tersebut menghunjam mengaduk aduk isi lobang pantatku sementara kontol yang lain mengentotin mulutku tanpa belas kasihan sampai masuk melampaui pangkal tenggorokkanku arrgghh.. Aku digendong berhadapan muka memeluk tubuhnya yang licin berotot menyembul sementara kakiku melingkari pinggangnya yang ramping tapi kuat perkasa dan lobang pantatku terkuak lebar dijejelin kontolnya dan sebuah kontol lagi ikut bareng masuk kedalam lobang pantatku, ngentot berdiri double penetration, membuat aku terengah engah terlonjak lonjak dalam pelukannya ketika sodokan demi sodokan kontol mereka menghajar menyodomi lobang pantatku, "Aww... oh,shit, entot lebih kuat mas, arrgghh.. entot lebih dalam mas, hnghh.. shh.. entttooot!" dan kontolku tergesek gesek antara kulit perutku dan kulit perutnya yang berotot berkotak kotak... arrggh aku gak tahan lagi arrgghh... sshh muncrat hebat habis habisan sambil mengerang erang nikmat pejuhku berhamburan membasahi tubuhnya dan tubuhku. Lobang pantatku yang terkuak lebar atiit tapi ueenaak akibat dua kontol bareng masuk ikut pula menjepit melepas seirama muncratan pejuhku ketika orgasme memilin memeras kedua kontol yang bersarang disana menyebabkan kedua pekerja tersebut semakin binal semakin liar menghunjamkan keperkasaannya kedalam tubuhku dengan tubuh menggigil mengejang dan lenguhan jantan yang dalam jakun gede naik turun dileher yang kekar basah berleleran keringat sebesar jagung akhirnya crrooth... crrooth... arrgghh... crrooth... crrooth... shh mereka bergantian memuncratkan pejuhnya yang banyak kental anget legit kedalam lobang pantatku Mereka sejenak terkapar telentang basah kuyup dilantai kamarku dengan nafas terengah engah menikmati permainan brutal yang baru saja kami lakukan, kontol gede basah oleh lelehan pejuh campur keringat setengah ngaceng terkulai keluar dari celana jeans butut mereka. Aku merangkak merayap mendekati kontol tersebut, menjilati lelehan pejuh yang masih tersisa di kepala kontol, dilobang kencing, dibatang kontol yang berurat, dijembut dan di biji peler mereka sampai licin tandas, slluurrph.. ahh..., "Kontol loe berdua nge-joss banget" desahku bajuku basah kuyup karena keringat lengket dibadan dengan robekan semakin besar dan celana juga basah dan robek compang camping membuat lobang pantat, biji peler dan batang kontolku terpapar. Ngentot dengan pakaian masih melengket dibadan, menambah rangsangan erotik tersendiri bagi kaum homo - fetish seperti diriku. "!" Kontol ngaceng seorang homo fetish "Besok istirahat lagi disini ye" kataku "Ah, dasar loe lonte homo... doyan kontol" "Alah, loe berdua juga doyan khan" aku tersenyum "Gimana nggak doyan, abis bool loe lebih enak dari memek, sempit euy"

! Fetish; Dinas Luar
By kontolgatal
Story submitted March 19, 2004

"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama, "!" kontol ngaceng seorang homo fetish. Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar dengan pinggang sangat ramping namun kokoh, berbaju seragam polisi sangat ketat ngepas ditubuhnya mencetak setiap tonjolan dan lekuk tubuh lelaki jantan perkasa. Wajahnya tegas dengan mata tajam rahang menonjol dan alamak sekitar bibirnya yang tipis dan dagunya berwarna kehijauan bekas cukuran, otot lengan atas gede ketat terbalut seragam demikian pula otot pahanya arrggh membuat aku hampir nggak tahan diri untuk segera menghambur keselangkangannya karena tonjolan kontol dan buah pelernya begitu menggoda gede menggunduk diantara dua paha kekar, nasibnya saja hanya menjadi prajurit di kepolisian kalau tongkrongannya bintang sinetron deh. Waktu tertentu Marjo nongkrong di pos diperempatan jalan dekat rumah kostku sehingga sering sekali aku melihatnya berdiri gagah disana, mengawasi lalu lintas dan menjaga keamanan di jalan raya membuat aku mulai membuat perhitungan untuk suatu saat dapat menikmati kejantanannya lengkap dalam keadaan terbalut seragam polisi yang ketat, hmm... "!" kontol ngaceng seorang homo fetish Larut malam, aku keluar dengan satu tujuan, mengisap sari pati kejantanan Marjo, polisi muda perkasa berbadan atletis, fresh from oven, ya dia baru saja menyelesaikan pendidikan prajurit polisinya. Menuju pos penjagaan dimana dia berada dan mulai melakukan trik seorang homo sejati, menatap dengan penuh nafsu terutama pada tonjolan kontolnya yang menggunduk gede itu, dua polisi temannya yang sebaya sedang bertugas, Marjo masih berada disana katanya dinas luar. Ngobrol ngalor ngidul di pos penjagaan polisi, dari masalah ringan samapi masalah berat, dari masalah kejahatan sampai masalah politik, dan akhirnya sampai juga masalah fantasi seks... fantasinya straight murni, sangat horny bila melihat cewe seksi berkeringat membasahi kaos ketika olahraga, akh Marjo sering pura pura membuntuti berlari dibelakang mereka sambil memandangi cetakan keringat dikaos olahraga yang mereka pakai "Kalo udah ngaceng berat gimana Jo?" tanyaku "Ya biasa, paling juga ngloco" "Pernah muncrat dicelana nggak ketika lagi membuntuti?" cecerku "Sering juga tuh" "Asyik dong lari sambil muncrat, licin" "Iya, kontol makin keras ngacengnya" Tonjolan kontol Marjo tampak semakin membesar menggelembung aja mengisi penuh celana seragam ketatnya, beberapa kali mata kami beradu pandang dan gotcha...! dia menangkap isyarat seksual yang aku pancarkan. Aku permisi untuk masuk ke dalam kamar mandi pos penjagaan, kebelet kencing, kataku berpura pura. "Loe homo ya..." "...???" "Loe kira gue kagak tahu gelagat elo" Pintu kamar mandi terbuka lebar karena tak dapat terkunci, dan ketika aku sedang kencing ternyata Marjo sudah berada dibelakangku dengan kontolnya yang gede ngaceng tegak keluar dari ritsleting celana ketat seragamnya "Inikan yang elo mau, ayo cepat isep!" sambil mengelus daging buah pantatku yang putih mulus dia menarikku kearah tubuhnya. Akh aku berada dipelukan seorang polisi muda gagah perkasa, bau aroma jantan seorang lelaki segera menghampiri syaraf penciumanku dan setelah dia mencipok mulutku ala French Kiss yang dalam, kepalaku ditundukkannya kearah selangkangannya agar aku segera melaksanakan perintahnya untuk mengisep kontolnya yang gede ngaceng tegak berdiri hampir menyentuh kulit perutnya. Kepala kontolnya gede kaya cendawan merah keunguan dengan bulir pre cum berkilat diujung lobang kencing, aku kilik kilik dengan ujung lidahku persis kaya orang memakai penghapus karet ketika salah gambar, dia menggelinjang geli, tanganku meraba keatas menyelusuri otot perutnya yang berkotak kotak dan akhirnya mengusap dadanya yang bidang dengan otot dada yang menggelembung dan memilin milin pentilnya yang melenting sementara mulutku masih mengulum batang kontolnya, dia menggeliat penuh birahi... arrggh... kini Marjo mengentotin mulutku dengan kuat dan dalam irama tempo tinggi dia menghunjam hunjamkan kontolnya yang kaya pentungan itu kedalam mulutku dan terkadang sampai melampaui pangkal tenggorokanku "Hnngghh... oh shit, entot yang kuat Jo, arrgghh entot yang dalam Jo, arrgghh... sshhh... kontol loe nge-joss banget Jo, arrgghh... sshhh... mmm" dia segera menunjukkan betapa kuat dan perkasa kejantanannya, seorang polisi muda gagah tegap tinggi dengan hormon lelaki yang melimpah ruah minta segera dipuaskan dan crrooth... crrooth... crrooth... berkali kali dia mengejangkan tubuhnya dengan denyutan hebat berkali kali pula pejuhnya muncrat jauh kedalam tenggorokanku. Keringatnya bercucuran membasahi seragamnya, lengket abis kebadannya yang berbentuk segitiga itu... ahh. Marjo berbaring memulihkan tenaga di dipan dalam pos penjagaan, aku mulai memijat tubuh kekarnya dia relaks membiarkan jari jemariku memijat bagian belakang tubuhnya masih terbalut seragamnya yang ketat ngepas kebadan dan basah berkeringat, turun kepinggang, daging buah pantatnya yang masih terbalut juga oleh celana seragam ketat ngepas dan sampai kebetisnya. Dia kini berbalik berbaring berhadapan muka denganku dan kontolnya yang tadinya masih terkulai keluar dari celana kini udah kembali lagi ngaceng tegak dengan gagah. Aku naik mengangkangi tubuhnya masih memijat Marjo, kepalanya, turun kebahu dan dadanya yang kekar, kancing bajunya aku buka dan memberikan sentuhan pijat erotik diotot dadanya yang menggelembung dan mengusap usap secara melingkar beraturan pada pentilnya yang item gede sampai dia kembali menggeliat keenakan dan shrieek Marjo merobek bagian pantat celana yang baru aku kenakan sehingga lobang pantatku terbuka siap dientot oleh kontolnya "Arrggh... gue pengen entotin pantat loe" katanya "Hmm..." "Lonte homo anjing dudukin kontol gue, ayo cepetan" terengah engah dia perintahkan aku "Hmm..." Aku menunggangi kontolnya yang gede dan menggenggam batang kontolnya yang masih basah oleh keringat dan sisa ludah dan pejuh mengarahkannya masuk blesss... lobang pantatku diterobos kepala kontolnya yang super gede itu, aww... atiiit, aww... uueeenaak. "Diem lo babi, jangan berisik, ntar gua hajar" Dengan kontolnya yang tertancap dilobang pantatku aku melanjutkan pijatan pada tubuhnya yang ketat basah kuyup berkeringat, aku jilat, aku ciumi mesra, dan berbalik kearah kakinya masih dengan kontolnya dilobang pantatku aku memijat pahanya sampai ke ujung jari kakinya, dia mengelinjang lagi kegelian ketika jari kakinya aku jilat dan aku emut sehingga kontolnya menyodok nyodok mengaduk isi lobang pantatku mengikuti gerakan gelinjang Marjo. Seorang polisi berpakaian seragam lengkap menyodomiku di dalam pos penjagaan, akh... aku ngloco sambil tubuhku terlonjak lonjak akibat sodokan kontol Marjo yang semakin bringas sampai akhirnya aku muncrat membasahi dadanya yang bidang, kembali ceceran pejuhku didadanya aku jilat abis, sluurrph... Marjo bangun dari posisi berbaring sambil tetap mempertahankan kontolnya yang gede panjang tetap tertancap didalam lobang pantatku dan kemudian bangkit sambil menggendong tubuhku masih dengan kontolnya tertancap dilobang anusku arrgghh... bukan main kuatnya polisi muda yang satu ini, tubuhku yang berbobot 60kg seakan tak berarti baginya, dia bangkit dengan tubuhku digendong tertancap kontol dipelukannya dan berjalan kearah pintu pos penjagaan "Adi, Ujang, mau ngentot gak?" dia memanggil kedua temannya dari ambang pintu pos penjagaan, dan malam itu sampai menjelang pagi mulut dan lobang pantatku babak belur dientot tiga orang polisi masih lengkap dengan seragamnya hanya kontol dan biji peler mereka yang keluar dari celana dan dada bidang berotot saja yang terbuka, entotan habis habisan berulang kali dengan berbagai macam gaya dan perutku kenyang menelan pejuh tiga orang polisi muda jantan gagah perkasa demikian pula rongga ususku sehingga ketika aku berjalan gontai pulang kekamar kost lelehan pejuh masih mengalir perlahan dari lobang pantat membasahi biji pelerku dan membentuk aliran pejuh di sepanjang pahaku, licin anget geli geli basah. Kontolku ngaceng lagi... "!" kontol ngaceng homo fetish "Heh, homo! memek loe enak banget, sedotannya juga maut banget, besok kemari lagi ya"